Krawu Burger didirikan pada 17 April 2011 dan berlokasi di kota Surabaya. Awal mula penemuan idenya diciptakan oleh Lailatus Sa'adah (Ella) bersama seorang teman dekatnya dari SMP yang menjadi tim hingga sekarang, yaitu Teguh Indoko.

Nasi krawu sendiri bukan merupakan suatu kuliner yang baru, nasi krawu dikenal sebagai makanan khas kota Gresik. Namun, untuk disajikan seperti burger, hal baru pertama kali ada di Indonesia. Lauknya berupa sayatan daging sapi dan serundeng.

Seiring perkembangan zaman, nasi krawu semakin meluas tidak hanya di Gresik saja melainkan juga ada di Surabaya, Lamongan, di kota-kota Jawa Timur bahkan daerah ibu kota Jakarta. Daun pisang menjadi salah satu identitas nasi krawu ini, selain sehat daun pisang juga memberikan kesan segar untuk dinikmati di pagi hari.

Namun pada kenyataannya cita rasa lezat ini belum tersampaikan ke masyarakat luas, malahan jenis makanan barat sejenis junkfood yang banyak dinikmati sekarang ini. Oleh karena itu Lailatus Sa'adah dan Teguh Indoko melakukan inovasi cara menikmati makanan tradisional saat ini dengan membuat Krawu Burger yaitu nasi krawu yang dimakan ala burger.  Selain praktis, higienis, dan lezat saat dinikmati, Krawu Burger ini juga diperkaya karbohidrat dan gizi tinggi. Sehingga orang  dewasa maupun anak-anak bisa menikmatinya. Dengan olahan tangan sang ahli dan kualitas bahan baku yang unggul, anda dapat merasakan punelnya beras berkualitas dan gurihnya daging di dalamnya, selain itu rempah-rempah berkualitas juga memperkaya gizi di setiap gigitannya.

Krawu Burger adalah inovasi mengemas makanan tradisional dengan gaya modern. Pembuatan Krawu Burger selain menyiasati cara pemasaran makanan khas yang mulai ditinggalkan juga mengadaptasikan dan mengaplikasikan style modern ke dalam makanan tradisional.


Sejarah

Krawu Burger yang sekarang tidak secara otomatis tercipta, melainkan melalui proses yang sangat
panjang. Dulunya produk nasi inovatif ini bernama "Nasi Krawu Gresik Seru" yang dikembangkan
dengan kemampuan apa adanya serta tercampur berbagai konsentrasi termasuk kegiatan akademik kampus.
Kemudian problem demi problem muncul, mulai dari lokasi produksi, keterbatasan pasokan bahan,
kesolidan tim dan tentu saja kendala modal.

Semua berjalan dengan segala keterbatasan, namun hal ini tidak menyurutkan niat Ella dan Teguh
untuk serius melanjutkan bisnis ini. Hingga pada akhirnya, Bapak Sholeh (Ayah Ella) serius
mendukung usaha kuliner khas Gresik ini dengan memberikan modal pada Ella. Dengan modal
 Rp 2 juta dari usaha ini dilanjutkan ke tingkat yang lebih serius, event demi event terus 
dilalui tim ini.

Dari Mindset Mahasiswa Menuju Pengusaha

Dalam proses berbisnis, kami boleh dikatakan masih awam dan masih banyak sekali yang perlu dipelajari. Berstatus mahasiswa tentu banyak sekali hambatan yang kurang mendukung bisnis kami, diantaranya Modal cekak, Manajemen waktu yang harus ekstra jeli mengurai prioritas mana yang segera dikerjakan atau memang krusial sekali dikerjakan. Belum lagi salah satu rekan dari tim kami yang kuliah di malang yang harus riwa-riwi berkunjung ke Surabaya bersama tim lain yang berada di Surabaya. Namun dari segala proses tersebut sedikit demi sedikit membentuk karakter kami yang wajib berpikir kritis, tangguh, dan berani memutuskan visi kami. 

"Menjadi Perusahaan Kuliner Terbesar di Indonesia, Berbasis Makanan Khas Daerah yang Dikemas Secara Modern dan Praktis "

-Visi Krawu Burger-